pojokan
Nggak tau
apa yang sedang terjadi sekarang dengan gue pada saat itu ,gue berada didalam
sebuah kamar dengan ukuran sekitar 2x3cm3 didalam sebuah rumah
yang bisa dibilang seperti itu. Entah kenapa gue juga bingung dengan keadaan
yang sedang gue alami ini ,saat ini gue berada dipojokan kamar itu sambil
bersandar dengan berbagai tumpukan bantal yang begitu banyak dengan tidak ada
rasa empuk sama sekali,disana gue binggung harus memikirkan apa,karna semuanya
sudah gue pikirkan, kenapa hal itu bisa terjadi mungkin lue harus tanya sama
oom google .ketika itu kejadianya begitu singkat padat dan jelas entah dimulai
dari mana gue juga nggak ngerti dengan itu ,pertama gue sms seseorang lantaran
gue binggung pengen sms siapa maka dia pun menjawabnya dengan seperlunya
padahal gue nggak butuh seperlunya ,nah seketika itu gue langsung menuju
ke dunianya si maya dan disana gue ngeliat seekor kata-kata yang mungkin
dia tulis ,ketika itu juga gue come back to my world and i ask for her
what happen to you ,kata gue ke dirinya namun apakah yang terjadi
“bersambung “
Next
episode,and she answer no problem don’t be panic . gila kan padahal udah
gue bela-belain buat keluar masuk kamus buat nanya pake bahasanya orang
bulee ekh ternyata bubur udah jadi nasi,dan kacang ijo udah jadi bubur ,malah
jadi begitu ,maka dari itu gue merasa frustatasi dengan semua ini dan apa yang
terjadi sekarang ,mau tau ,yakin ,beneran nih “bersambung “
Episode
next gue harus nulis diary ini agar lue bisa tau apa yang sedang terjadi
dengan dirinya ,seperti kata temen,temanya gue lagi dia punya temen dan temenya
itu tetangga gue yang tinggalanya di sono noh ,sedangkan gue tinggalnya disini
begitu katanya “hidup itu pahit “
Sekarang
bagi bagi yang melihat ini gue mohon jangan ada yang bilang ini “garing “ gue
nyadar gue ga bakat jadi sutradara atau tukang tahu jadi setidakanya lue bisa
ketawa seikhlasnya gitu . demi untuk gue pliss,nanti kalo lue ulang tahun gue
dating deh …