IPTV
Definisi IPTV
'Televisi protokol Internet' adalah layanan televisi dengan
jaringan Internet yang menggunakan arsitektur jaringan dan metode suite
protokol Internet melalui paket-switched Jaringan Infrastruktur, misalnya,
Internet dan jaringan Internet akses broadband, bukan menggunakan frekuensi
radio, sinyal satelit, dan televisi kabel.
"IPTV didefinisikan sebagai pelayanan multimedia
diantaranya televisi / video / audio / text / grafik / data yang disampaikan
melalui jaringan berbasis IP. Sistem ini mampu memberikan tingkat kualitas
pelayanan dan pengalaman, keamanan, interaktivitas dan keandalan yang
dibutuhkan. Secara sederhana, Internet Protocol Television (IPTV) adalah metode
penyaluran gambar dan suara televisi melalui IP. IPTV merupakan sebuah sistem
yang mampu menerima dan menampilkan sebuah video stream yang di-encode sebagai
serangkaian paket berbasis IP.
Sejarah IPTV
Pada tahun 1994, ABC World News Now adalah acara televisi
pertama yang disiarkan melalui Internet, dengan menggunakan perangkat lunak
konferensi video CU-SeeMe. Istilah IPTV pertama kali muncul pada tahun 1995
dengan pendirian ajaran Software oleh Judith Estrin dan Bill Carrico.
Perbedaan Antara Internet Tv dan IPTV
1. Keterbatasan
geografis
sejak Internet tv didasarkan pada penggunaan Internet ,maka hal ini sudah tersedia di mana saja asalakan ada koneksi internet broadband.
Sementara itu IPTV mempunyai jangkauan yang terbatas tergantung pada ketersediaan operator telekomunikasi.
sejak Internet tv didasarkan pada penggunaan Internet ,maka hal ini sudah tersedia di mana saja asalakan ada koneksi internet broadband.
Sementara itu IPTV mempunyai jangkauan yang terbatas tergantung pada ketersediaan operator telekomunikasi.
2. Akses
Internet TV mengikuti filosofi umum dari Internet , yang merupakan konten yang harus tersedia. Meskipun beberapa perusahaan yang menyediakan internet tv memiliki biaya langganan untuk layanan premium , mereka juga menawarkan bagian tertentu dari konten mereka secara gratis .
Mekanisme akses pada IPTV adalah dengan menggunakan sebuah digital set-top box yang digunakan untuk mengakse dan mengodekan kembali konten video yang dikirmkan.
Internet TV mengikuti filosofi umum dari Internet , yang merupakan konten yang harus tersedia. Meskipun beberapa perusahaan yang menyediakan internet tv memiliki biaya langganan untuk layanan premium , mereka juga menawarkan bagian tertentu dari konten mereka secara gratis .
Mekanisme akses pada IPTV adalah dengan menggunakan sebuah digital set-top box yang digunakan untuk mengakse dan mengodekan kembali konten video yang dikirmkan.
3. Kualitas
Gambar
Karena internet tv disebarkan melalui internet , maka kualitasgambar tergantung pada kualitas koneksi yang tersedia . Seperti semua konten lainnyayang diakses melalui Internet ,memiliki persentase tertentu kehilang data pada saat melakukan transmisi. Hal ini dapat menyebabkan buffring dan penggunakan internet tv tidak memiliki jaminan kualitas tampilannya yang bagus.
Sedangkan ,bila menggunakan layanan IPTV dapat menjamin layanan berkualitas tinggi . karna jaringan yang disediakan oleh penyedia layanan IPTV dirancang untuk mengirimkan tampilan yang berkualitas tinggi.
Karena internet tv disebarkan melalui internet , maka kualitasgambar tergantung pada kualitas koneksi yang tersedia . Seperti semua konten lainnyayang diakses melalui Internet ,memiliki persentase tertentu kehilang data pada saat melakukan transmisi. Hal ini dapat menyebabkan buffring dan penggunakan internet tv tidak memiliki jaminan kualitas tampilannya yang bagus.
Sedangkan ,bila menggunakan layanan IPTV dapat menjamin layanan berkualitas tinggi . karna jaringan yang disediakan oleh penyedia layanan IPTV dirancang untuk mengirimkan tampilan yang berkualitas tinggi.
4. Biaya
Layanan internet tv dapat dinikmati secara gratis dan sebagai kompensasi maka akan ditayangkan sejumlah iklan pada sela-sela acara sehingga cukup mengganggu ketika menonton suatu acara tertentu. sedangkan pada IPTV ada biaya tertentu yang harus dibayarkan bisasnya dalam periode per bulan.
Layanan internet tv dapat dinikmati secara gratis dan sebagai kompensasi maka akan ditayangkan sejumlah iklan pada sela-sela acara sehingga cukup mengganggu ketika menonton suatu acara tertentu. sedangkan pada IPTV ada biaya tertentu yang harus dibayarkan bisasnya dalam periode per bulan.
Cara Kerja IPTV
Sebagian besar video dalam sistem IPTV di-encode
dalam format MPEG-2, kendati format H.264 dan Windows Media juga memungkinkan.
Video stream ini dipecah menjadi paket-paket berbasis IP dan dimasukkan ke
dalam jaringan milik penyedia siaran IPTV (yang juga perusahaan
telekomunikasi) tempat dimana data-data lain (voice dan data) berjalan.
Data yang dikirimkan akan ditangkap oleh pemancar
kemudian akan disalurkan kedecoder yang sudah tertancap di pesawat televisi
yang dihubungkan dengan jalur Internet DSL di rumah-rumah. Alat ini digunakan
untuk mengubah data audio maupun video dari bentuk format digital menjadi
bentuk aslinya.
Setiap kumpulan fungsi dapat dibagi ke dalam komponen-komponen
fungsi. Komponen-komponen mempunyai kohesi fungsional yang kuat pada suatu
kumpulan fungsi tunggal sehingga komponen-komponen tersebut dapat menyelesaikan
tugas-tugas spesifik secara kolaboratif.
Arsitektur IPTV memiliki 5 fungsi, yaitu :
1. Content
Operation Function Set
Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set) menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya. Kumpulan fungsi ini terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu:
Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set) menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya. Kumpulan fungsi ini terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu:
·
DRM (Digital Right Management)
·
Encoding/Trans-coding
·
Media Assets Management
2. System
Management and Security Function Set
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set) bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem, menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan perlindungan layanan. System Management and Security memiliki 3 fungsi, yaitu :
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set) bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem, menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan perlindungan layanan. System Management and Security memiliki 3 fungsi, yaitu :
·
System Management
·
Terminal Management
·
Security Management
3. Service
Operation and Management Function Set
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation & Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV. Service Operation and Management memiliki 5 fungsi, yaitu :
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation & Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV. Service Operation and Management memiliki 5 fungsi, yaitu :
·
Products Creatio
·
Content Engine
·
Subscriber Management
·
Billing and Accounting
·
Authentication
·
PortalElectronic
·
Program Guide
·
Other Service Guide
4. Media
Distribution and Delivery Function Set
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan Streaming. Sistem pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada topologi yang handal untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah. Media Distribution and Delivery memiliki 4 fungsi, yaitu :
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan Streaming. Sistem pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada topologi yang handal untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah. Media Distribution and Delivery memiliki 4 fungsi, yaitu :
·
Control
·
Distribusi
·
Storage
·
Streaming
5. Customer
Function Set
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan. Customer memiliki 4 fungsi, yaitu :
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan. Customer memiliki 4 fungsi, yaitu :
·
Interaksi Kontro
·
Digital Right Management
·
Media Processor
·
Display
Kendala IPTV
Untuk diindonesia sendiri masalah yang dihadapi adalah belum
ditetapkannya masalah regulasi oleh pemerintah. Namun , selain regulasi,
kesiapan infrastruktur juga menjadi salah satu kendala penerapan IPTV di
Indonesia. Pasalnya, IPTV memanfaatkan jaingan broadband via internet protocol
(IP) dan membutuhkan bandwidth yang besar dengan kualitas gambar mulus dan
tidak patah-patah. Infrastruktur yang direkomendasikan oleh Ericsson untuk
menggelar IPTV bahwasannya setiap pelanggan harus mendapat akses internet
(memerlukan wire atau sambungan) internet dengan kecepatan minimal sebesar 12
Mbps per channel.
Fitur IPTV
- Pause TV : Memungkinkan user untuk dapat menonton siaran TV yang telah lewat walau tanpa melakukan perekaman.
- Video on Demand :Layanan ini adalah layanan berbayar, dimana user akan memilih video yang ingin diputar, selanjutnya akan mengurangi nilai simpanan user sebelum video tersebut dimainkan.
- Interactive Advertisement : Interactive Advertisement yakni layanan iklan yang memungkinkan user yang tertarik untuk dapat melihat iklan tersebut dan selanjutnya melakukan pembelian produk yang ditawarkan melalui fitur T-Commerce.
- T-Commerce : Layanan transaksi melalui TV. User dapat melakukan pembelian suatu barang yang ditawarkan lewat siaran IPTV melalui TV. Transaksi ini berhubungan langsung dengan payment system untuk melakukan pembayaran barang yang dibeli, selanjutnya barang akan dikirim ke user.
- NPVR(Network Personal Video Recording): Salah satu Feature pada IPTV dimana siaran langsung(real time broadcast) dapat disimpan pada jaringan server yang kemudian dapat diakses oleh user sesuai dengan waktu yang mereka tentukan tanpa adanya biaya tambahan seperti memiliki PVR pribadi yang terpasang di jaringan.
Komponen IPTV
1. Content
Sources, yaitu : untuk mengirimkan video-video dari produser-produser
ataupun sumber-sumber lain, dan setelah itu video-video tersebut akan dikodekan
dan kirimkan sesuai dengan database-nya untuk VoD.
2. Service
Nodes, yaitu : untuk menerima video stream dalam berbagai format yang
berbeda, dan setelah itu video tersebut akan di format ulang dan mempaketkannya
untuk segera ditransmisikan dengan indikasi QoS yang sesuai menuju wide-area
network. Pada bagian service nodes ini video siap untuk dikirimkan ke
konsumen.
3. Wide Area
Distribution Networks, yaitu : untuk pendistribusian kemampuan, kapasitas
dan kualitas dari suatu layanan. Wide Area Distribution Network terdiri dari
core dan access network yang melingkupi optical distribution backbone network
dan berbagai variasi digital subscriber line access multiplexers (DSLAMs). Wide
Area Distribution Network juga memiliki kemampuan seperti multicast yang sangat
dibutuhkan untuk pendistribusain data stream IPTV dari suatu service nodes ke
customer premises.
4. Customer
Access Links, yaitu : Pada Customer Access Links dibutuhkan teknologi DSL
kecepatan tinggi seperti ADSL2+ dan VDSL; dengan kemampuan dari teknologi
tersebut pengiriman ke konsumen dapat dilakukan melalui jalur yang sudah ada
dan dapat melewati jalur telepon ke rumah-rumah. Teknologi lain yang bisa
digunakan oleh service provider adalah kombinasi dari fiber-to-the curb (FTTC)
dan teknologi DSL untuk pengiriman ke konsumen. Namun, tetap saja hasil terbaik
tergantung dari kekayaan layanan IPTV yang bisa ditawarkan.
5. Customer
Premises Equipment (CPE), yaitu : lokasi di mana konsumen berada (customer
premises). CPE merupakan perhentian dari suatu jaringan broadband . Fungsi dari
CPE diimplementasikan berupa set-top-box yang dipasang pada tiap televise
konsumen.
6. IPTV
Client, yaitu : untuk perhentian dari suatu proses pengiriman layanan
IPTV. IPTV client merupakan suatu alat seperti set-top-box, didalam set-top-box
akan dilakukan proses-proses fungsional seperti pengaturan koneksi dan
pengaturan QoS dengan service nodes, pengkodean video stream, dan pergantian
channel, pengontrolan display dan koneksi ke monitor yang digunakan konsumen.
Layanan IPTV
Layanan IPTV secara umum meliputi broadcast televisi
dan video di atas akses internet dan interaksi multimedia dengan
kecepatan true broadband seperti game, shopping,
dan advertising. Selain itu juga ada layanan content on demand yang
termasuk TV on demmand, video on demmand, music on
demmand, dan karaoke on demmand.
Layanan bisa disaksikan dengan perangkat televisi, komputer, notebook, dan smartphone. Untuk tayangan live serta video on demmand, IPTV mendukung standard definition (SDTV) serta High Definition (HDTV). Video on demmand sendiri bisa dikontrol seperti layaknya menonton DVD.
Layanan bisa disaksikan dengan perangkat televisi, komputer, notebook, dan smartphone. Untuk tayangan live serta video on demmand, IPTV mendukung standard definition (SDTV) serta High Definition (HDTV). Video on demmand sendiri bisa dikontrol seperti layaknya menonton DVD.
Sumber