klasik
Nafas ku menghela . . .
Ketika ,dirinya mulai mengatakan yang sebenarnya
Mungkin,terdengar asing bagi ku,tapi itulah yang
harus ku terima
perih ,sungguh perih ,dan benar-benar perih,
seketika itu lah diriku menjadi
tak mampu diriku berucap
tak mampu diriku berucap
mampukuhanya terdiam ,termenung dan
binggung
mendengar hal yang diucapkannya
dan tak tau apakah yang harus aku lakukan
apakah aku harus lari ataukah bersembunyi
apakah ini rasanya kejujuran itu ,apakah begitu
perihnya sampai sedemikian rupa
ketika kesetiaan tak menjadi apa-apa
ketika kebohongan mengubah semunya
aku ingin menagis ,tapi tak tau harus bagaimana
aku ingin teriak ,tapi tak tau kepada siapa
No comments:
Post a Comment