Friday, November 15, 2013

SOFT SKILL3 (E)


IPTV
Definisi IPTV
'Televisi protokol Internet' adalah layanan televisi dengan jaringan Internet yang menggunakan arsitektur jaringan dan metode suite protokol Internet melalui paket-switched Jaringan Infrastruktur, misalnya, Internet dan jaringan Internet akses broadband, bukan menggunakan frekuensi radio, sinyal satelit, dan televisi kabel.
"IPTV didefinisikan sebagai pelayanan multimedia diantaranya televisi / video / audio / text / grafik / data yang disampaikan melalui jaringan berbasis IP. Sistem ini mampu memberikan tingkat kualitas pelayanan dan pengalaman, keamanan, interaktivitas dan keandalan yang dibutuhkan. Secara sederhana, Internet Protocol Television (IPTV) adalah metode penyaluran gambar dan suara televisi melalui IP. IPTV merupakan sebuah sistem yang mampu menerima dan menampilkan sebuah video stream yang di-encode sebagai serangkaian paket berbasis IP.
Sejarah IPTV
Pada tahun 1994, ABC World News Now adalah acara televisi pertama yang disiarkan melalui Internet, dengan menggunakan perangkat lunak konferensi video CU-SeeMe. Istilah IPTV pertama kali muncul pada tahun 1995 dengan pendirian ajaran Software oleh Judith Estrin dan Bill Carrico. 

Perbedaan Antara Internet Tv dan IPTV
1.      Keterbatasan geografis
sejak  Internet tv didasarkan pada penggunaan Internet ,maka hal ini sudah  tersedia di mana saja asalakan ada koneksi internet broadband.
Sementara itu IPTV mempunyai jangkauan yang terbatas tergantung pada ketersediaan operator telekomunikasi. 
2.      Akses
Internet TV mengikuti filosofi umum dari Internet , yang merupakan konten yang harus tersedia. Meskipun beberapa perusahaan yang menyediakan internet tv memiliki biaya langganan untuk layanan premium , mereka  juga menawarkan bagian tertentu dari konten mereka secara gratis .
Mekanisme akses pada IPTV adalah dengan menggunakan sebuah digital set-top box yang digunakan untuk mengakse dan mengodekan kembali konten video yang dikirmkan.
3.      Kualitas Gambar
Karena internet tv disebarkan melalui internet , maka kualitasgambar  tergantung pada kualitas koneksi yang tersedia . Seperti semua konten lainnyayang diakses melalui Internet ,memiliki persentase tertentu kehilang data pada saat melakukan transmisi. Hal ini dapat menyebabkan buffring dan penggunakan internet tv tidak memiliki jaminan kualitas tampilannya yang bagus.
Sedangkan ,bila menggunakan layanan IPTV dapat menjamin layanan berkualitas tinggi . karna jaringan yang disediakan oleh penyedia layanan IPTV dirancang untuk mengirimkan tampilan yang berkualitas tinggi. 
4.      Biaya
Layanan internet tv dapat dinikmati secara gratis dan sebagai kompensasi maka akan ditayangkan sejumlah iklan pada sela-sela acara sehingga cukup mengganggu ketika menonton suatu acara tertentu. sedangkan pada IPTV ada biaya tertentu yang harus dibayarkan bisasnya dalam periode per bulan.

Cara Kerja IPTV
Sebagian besar video dalam  sistem IPTV di-encode dalam format MPEG-2, kendati format H.264 dan Windows Media juga memungkinkan. Video stream ini dipecah menjadi paket-paket berbasis IP dan dimasukkan ke dalam jaringan  milik penyedia siaran IPTV (yang juga perusahaan telekomunikasi) tempat dimana data-data lain (voice dan data) berjalan.
Data yang dikirimkan  akan ditangkap oleh pemancar kemudian akan disalurkan kedecoder yang sudah tertancap di pesawat televisi yang dihubungkan dengan jalur Internet DSL di rumah-rumah. Alat ini digunakan untuk mengubah data audio maupun video dari bentuk format digital menjadi bentuk aslinya.

Arsitektur IPTV
Setiap kumpulan fungsi dapat dibagi ke dalam komponen-komponen fungsi. Komponen-komponen mempunyai kohesi fungsional yang kuat pada suatu kumpulan fungsi tunggal sehingga komponen-komponen tersebut dapat menyelesaikan tugas-tugas spesifik secara kolaboratif.  
         
Arsitektur IPTV memiliki 5 fungsi, yaitu :
1.      Content Operation Function Set
Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set) menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya. Kumpulan fungsi ini terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu:
·         DRM (Digital Right Management)  
·         Encoding/Trans-coding   
·         Media Assets Management
2.      System Management and Security Function Set
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set) bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem, menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan perlindungan layanan. System Management and Security memiliki 3 fungsi, yaitu :
·         System Management  
·         Terminal Management
·         Security Management
3.      Service Operation and Management Function Set
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation & Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV. Service Operation and Management memiliki 5 fungsi, yaitu :
·         Products Creatio
·         Content Engine
·         Subscriber Management
·         Billing and Accounting
·         Authentication
·         PortalElectronic 
·         Program Guide  
·         Other Service Guide
4.      Media Distribution and Delivery Function Set
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan Streaming. Sistem pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada topologi yang handal  untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah. Media Distribution and Delivery memiliki 4 fungsi, yaitu : 
·         Control 
·         Distribusi 
·         Storage 
·         Streaming
5.      Customer Function Set
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan. Customer memiliki 4 fungsi, yaitu : 
·         Interaksi Kontro
·         Digital Right Management
·         Media Processor
·         Display
Kendala IPTV
Untuk diindonesia sendiri masalah yang dihadapi adalah belum ditetapkannya masalah regulasi oleh pemerintah. Namun , selain regulasi, kesiapan infrastruktur juga menjadi salah satu kendala penerapan IPTV di Indonesia. Pasalnya, IPTV memanfaatkan jaingan broadband via internet protocol (IP) dan membutuhkan bandwidth yang besar dengan kualitas gambar mulus dan tidak patah-patah. Infrastruktur yang direkomendasikan oleh Ericsson untuk menggelar IPTV bahwasannya setiap pelanggan harus mendapat akses internet (memerlukan wire atau sambungan) internet dengan kecepatan minimal sebesar 12 Mbps per channel.

Fitur  IPTV
  • Pause TV : Memungkinkan user untuk dapat menonton siaran TV yang telah lewat walau tanpa melakukan perekaman.
  • Video on Demand :Layanan ini adalah layanan berbayar, dimana user akan memilih video yang ingin diputar, selanjutnya akan mengurangi nilai simpanan user sebelum video tersebut dimainkan.
  • Interactive Advertisement : Interactive Advertisement yakni layanan iklan yang memungkinkan user yang tertarik untuk dapat melihat iklan tersebut dan selanjutnya melakukan pembelian produk yang ditawarkan melalui fitur T-Commerce.
  • T-Commerce : Layanan transaksi melalui TV. User dapat melakukan pembelian suatu barang yang ditawarkan lewat siaran IPTV melalui TV. Transaksi ini berhubungan langsung dengan payment system untuk melakukan pembayaran barang yang dibeli, selanjutnya barang akan dikirim ke user.
  • NPVR(Network Personal Video Recording): Salah satu Feature pada IPTV dimana siaran langsung(real time broadcast) dapat disimpan pada jaringan server yang kemudian dapat diakses oleh user sesuai dengan waktu yang mereka tentukan tanpa adanya biaya tambahan seperti memiliki PVR pribadi yang terpasang di jaringan. 

Komponen IPTV
1.      Content Sources, yaitu : untuk mengirimkan video-video dari produser-produser ataupun sumber-sumber lain, dan setelah itu video-video tersebut akan dikodekan dan kirimkan sesuai dengan database-nya untuk VoD. 
2.      Service Nodes, yaitu : untuk menerima video stream dalam berbagai format yang berbeda, dan setelah itu video tersebut akan di format ulang dan mempaketkannya untuk segera ditransmisikan dengan indikasi QoS yang sesuai menuju wide-area network. Pada bagian service nodes ini video siap untuk dikirimkan ke konsumen. 
3.      Wide Area Distribution Networks, yaitu : untuk pendistribusian kemampuan, kapasitas dan kualitas dari suatu layanan. Wide Area Distribution Network terdiri dari core dan access network yang melingkupi optical distribution backbone network dan berbagai variasi digital subscriber line access multiplexers (DSLAMs). Wide Area Distribution Network juga memiliki kemampuan seperti multicast yang sangat dibutuhkan untuk pendistribusain data stream IPTV dari suatu service nodes ke customer premises. 
4.      Customer Access Links, yaitu : Pada Customer Access Links dibutuhkan teknologi DSL kecepatan tinggi seperti ADSL2+ dan VDSL; dengan kemampuan dari teknologi tersebut pengiriman ke konsumen dapat dilakukan melalui jalur yang sudah ada dan dapat melewati jalur telepon ke rumah-rumah. Teknologi lain yang bisa digunakan oleh service provider adalah kombinasi dari fiber-to-the curb (FTTC) dan teknologi DSL untuk pengiriman ke konsumen. Namun, tetap saja hasil terbaik tergantung dari kekayaan layanan IPTV yang bisa ditawarkan. 
5.      Customer Premises Equipment (CPE), yaitu : lokasi di mana konsumen berada (customer premises). CPE merupakan perhentian dari suatu jaringan broadband . Fungsi dari CPE diimplementasikan berupa set-top-box yang dipasang pada tiap televise konsumen. 
6.      IPTV Client, yaitu : untuk perhentian dari suatu proses pengiriman layanan IPTV. IPTV client merupakan suatu alat seperti set-top-box, didalam set-top-box akan dilakukan proses-proses fungsional seperti pengaturan koneksi dan pengaturan QoS dengan service nodes, pengkodean video stream, dan pergantian channel, pengontrolan display dan koneksi ke monitor yang digunakan konsumen.


Layanan IPTV
Layanan IPTV secara umum meliputi broadcast televisi dan video di atas akses internet dan interaksi multimedia dengan kecepatan true broadband seperti game, shopping, dan advertising. Selain itu juga ada layanan content on demand yang termasuk TV on demmand, video on demmand, music on demmand, dan karaoke on demmand.

Layanan bisa disaksikan dengan perangkat televisi, komputer, notebook, dan smartphone. Untuk tayangan live serta video on demmand, IPTV mendukung standard definition (SDTV) serta High Definition (HDTV). Video on demmand sendiri bisa dikontrol seperti layaknya menonton DVD.

Sumber

29 comments:

  1. artikelnya lumayan bagus gan sangat membantu bagi yang tidak mengetahui apa itu IPTV

    ReplyDelete
  2. Thanks gan, artikelnya lumayan menarik. Jadi IPTV itu masih belum sepenuhnya gratis karena beberapa fitur hanya dapat dinikmati dengan berbayar. -__-

    ReplyDelete
  3. artikelnya cukup bagus,bisa menambah pengetahuan baru buat aku...
    makasih ... :)

    ReplyDelete
  4. tengkyu..ternyata tv parabola itu mesti bayar ya??

    ReplyDelete
  5. info nya bagus gan.. tp kalau bisa jgn seperti membaca di buku, kasih inovasi gan, agar artikel nya lebih mudah dimengerti.. karena tingkat membaca di negara Indonesia ini masih rendah.. keep posting broh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih masukannya bung roni,untuk kedepannya akan saya coba munculkan inovasi baru

      Delete
  6. Bagus infonya, tapi coba tambahin gambar deh di postingannya. Biar yg baca juga nggak bosen, biar lebih menarik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih atas masukannya ulfa ,nanti saya akan coba masukan poster biar semakin menarik

      Delete
  7. thx bro infonya..izin copas yee bro :D

    ReplyDelete
  8. IPTV udah masuk indo kan ya?salah satu provider tv kabel dan penyedia layanan internet termasuk iptv kan?sayangnya mereka blom masuk jangkauan area saya,keterbatasan area adalah permasalahan yang cukup vital -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan kan diatas juga sudah dijelaskan ,kalo faktor utama IPTV itu adalah faktor geografis-nya serta teknologi yang ada di indonesia belum merata cenderung dikota-kota besar saja ,untuk menyiasatinya ente bisa streaming lewat internet gan

      Delete
  9. thanks gan infonya... tapi kalo bisa kasih pict biar ga terlalu flat ini gan :D

    ReplyDelete
  10. Thanks kak, artikelnya bermanfaat bgt nih..
    lumayan buat nambah2 ilmu pengetahuan, keep share.. :) (y)

    ReplyDelete
  11. Setelah artikel ini saya baca, menurut saya pribadi artikelnya menarik sekali menambah wawasan bagi saya yang baru pertama kali mengetahui iptv.

    ReplyDelete
  12. nah.. gan nanya nih..
    IPTV itu tergantung sama Hardware ngga ?
    Misalnya, klo Ram ane kecil, misalnya cuma 256Mega & VGA on board. pentium 4.

    ReplyDelete
  13. mungki yang dimaksud itu internet tv( streaming) gan ,kalo dari ram atau vga itu kurang begitu pengaruh asalkan bisa terkoneksi sama internet gan dan sinyal ente kenceng biar nggak buffering ,sedangkan kalo iptv itu make set-top box yang langsung dicolokin ke tv dan itu harus bayar kepenyedia layanannya gan .

    ReplyDelete
  14. tuh rif, blog lu udah gua komen :D

    ReplyDelete
  15. Cuma Set-Top-Box aja gan?
    klo saya punya Set-Top-Box televisi Digital ( Sebut aja Indovitoin ), apa Set-Top-Box tv digital itu bisa dijadiin Set-Top-Box IPTV ?
    gak bisa ya gan ?

    ReplyDelete
  16. apa perbedaan IPTV sama IPTP? jelasin gan

    ReplyDelete
  17. postingannya udah bagus tapi kalo bisa jangan terlalu banyak tulisannya karna kebanyakan orang cuma baca sepintas doang tentan apa yang tidak dia tau ...
    makasih ya udah posting ...
    :D

    ReplyDelete
  18. Kalo menurut saya nih mas, info nya bagus.
    tapi background nya bikin pusing hehehe, sama klo bisa to the point aja bingung juga banyak banget bacaannya gitu. Kalo bisa buat link aja untuk penjelasan lebih lanjutnya. Jadi pembaca bisa lebih terfokus sama yang mau dicari tahu 
    tapi, oke kok.. :D

    ReplyDelete
  19. thanks info nya ....
    IPTV masih ada yang bayar ternyata ... -_-

    ReplyDelete
  20. tambahin gambarnya.. biar tambah keren..

    ReplyDelete

Read more: http://www.idsena.web.id/2011/02/tutorial-cara-membuat-widget-icon.html#ixzz1ibYwvLyd