Monday, March 24, 2014

Pengantar Web Science1 ( Bagian 3)




Web Science


Definisi Web Science
Web Science adalah ilmu sosio-teknis yang menyelidiki bagaimana World Wide Web berkembang mengingat peraturan, teknologi dan konten yang dikenakan, direkayasa dan kontribusi masing-masing, sebagai akibat dari perilaku manusia dan bagaimana sebaliknya Web mempengaruhi perilaku manusia. 

Definisi sebelumnya diberikan oleh ilmuwan komputer Amerika Ben Shneiderman : "Web Science" adalah istilah yang mengacu pada pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang diterapkan untuk lingkungan alam. Dengan kata lain Web sience merupakan website yang berisi tentang artikel-artikel yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau dalam bahasa inggris itu science. Web science juga berarti cara-cara atau metode-metode yang digunakan dalam membuat website yang baik.

Sejarah Singkat tentang Web
Di awal tahun 1980 telah dikenal sebuah teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang website. Website yang kita kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/

Web Science didirikan dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Ambisinya adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak pertama kali diluncurkan, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.

Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0.Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa. Perbedaan utama dari setiap generasi adalah pada Web 1.0 masih bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke arah read-write,sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan manusia ke manusia, manusia ke mesin, dan mesin ke mesin.

WEB 1.0
Web 1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web browser namun tidak terlalu interaktin dikarenakan sifat dari Web 1.0 adalah read dan segala sesuatunya ditentukan oleh admin, maka ketika ada seseorang yang akan menambahkan atau memberikan komentar, seseorang tersbeut harus menghubungi langsung admin yang bersangkutan. Jadi dalam penggunaan Web 1.0 ,kita hanya bisa untuk browsing sesuatu. Dan juga pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya,membuatnya menjadi tidak praktis.

Ciri-ciri dari situs Web 1,0 ,yaitu:

  • Halaman statis, perubahan ataupun isinya seluruhnya tergantung oleh pihak admin/ pemilik web tersebut.
  • Penggunaan framesets.
  • Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
  • Online guestbook.
  • GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
  • Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.


WEB 2.0
Istilah Semantik lebih dahulu dipakai sebelum istilah Web 2.0. Web 2.0 dikembangkan pada tahun 2004. Perkembangan dari Web 2.0 lebih pada penyajian konten dan tampilan di dalam suatu website, yang versi yang sebelumnya berpusat pada sang pemilik website. Web 2.0 lebih bersifat interaktif daripada Web 1.0 dan sifatnya yang Read Write, sehingga memudahkan dalam menambahkan materi,berkomentar ,dan lain-lain,yang dilakukan oleh pembaca web tersebut. Ini juga dikarenakan sifatnya untuk share,collaborate dan exploite.

Dalam web 2.0 user interface suatu situs web yang digunakan adalah teknologi flex (aplikasi rich internet berbasis flash dari macromedia yang sekarang adobe), lazlo(platform aplikasi flash open source) atau menggunakan ajax secara intensif seperti gmail atau google map maka situs itu bisa dikatakan merupakan situs tipe web 2.0, selain itu aktivitas drag and drop, auto complete ,chat, voice itu juga karena adanya dukungan Ajax. AJAX adalah penggabungan dari JavaScript dan XML yang menekankan pada pengelolaan konten.  Dan gabungan aplikasi lainnya adalah HTML dengan yang dinamis. XML digunakan untuk mendefinisikan format data. 

Ciri- ciri dari Web 2.0:
  • Konten dinamis, metadata, web standar dan skalabilitas.
  • Mudah untuk memasukkan data atau mengambil data dari system.
  • Berbasis web murni.
  • Pengguna memiliki datanya sendiri pada situs.
  • Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas.
  • Hubungan dengan server Client-server Peer to peer.
  • Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML.
  • Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif.
  • Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag.
  • Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi.
  • Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring.
  • Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna.

Sedangkan letak perbedaan antara Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :

  • Perilaku pengguna Membaca (Web 1.0) Menulis
  • Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
  • Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
  • Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML

WEB 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan  internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan  pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang  menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.

Web 3.0 terdiri dari:
  • Web semantik
  • Format mikro
  • Pencarian dalam bahasa pengguna
  • Penyimpanan data dalam jumlah besar
  • Pembelajaran lewat mesin
  • Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

Beberapa Aplikasi pada Web Science :
  • Mozilla
  • Mozilla Firefox (sebelumnya bernama Firebird dan Phoenix)
  •  CometBird
  • Epiphany, browser default GNOME saat ini
  • Camino untuk Mac OS X (sebelumnya bernama Chimera)
  • K-Meleon untuk Windows
  • Kazehakase browser web GTK2 yang sangat ringan untuk GNU/Linux
  • Beonex Communicator
  • Browser Web IBM untuk OS/2
  • Aphrodite
  • Salamander
  • Skipstone
  • BackArrow (berbasis Skipstone)

Tujuan dari web science adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui source code dari web itu sendiri dan bagaimana kita dapat memanfaatkan web tersebut untuk melakukan hal yang positif.

paradigma web science muncul dari sebuah riset para ilmuan-ilmuan,Web Science adalah sebuah ilmu dari desentralisasi sistem informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi.

Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak menekankan pada :
  • trend perkembangan Web
  • tantangan dalam pengembangan Web
  • mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
  • pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
  • mengidentifikasikan varian dari penelitian Web Secara ringkas Bernes-Lee mengatakan

Arsitektur Web dan Aplikasi Utama
Arsitektur Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional.

Aplikasi Utama dalam web :
  • HTTP, HTML, Web Server, Brwoser, Internet Transaction Server
  • User generated content, Blog, Wikis, Social Network, Folksonomies
  • Semantic Web Summary : XML, RDF, DWF, Microdata
  • Web Security

Sumber :

No comments:

Post a Comment

Read more: http://www.idsena.web.id/2011/02/tutorial-cara-membuat-widget-icon.html#ixzz1ibYwvLyd