Web Science
Definisi Web Science
Web Science adalah ilmu sosio-teknis yang menyelidiki bagaimana World
Wide Web berkembang mengingat peraturan, teknologi dan konten yang dikenakan,
direkayasa dan kontribusi masing-masing, sebagai akibat dari perilaku manusia
dan bagaimana sebaliknya Web mempengaruhi perilaku manusia.
Definisi sebelumnya diberikan oleh ilmuwan komputer Amerika Ben
Shneiderman : "Web Science" adalah istilah yang mengacu pada
pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang
diterapkan untuk lingkungan alam. Dengan kata lain Web sience merupakan website
yang berisi tentang artikel-artikel yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan
atau dalam bahasa inggris itu science. Web science juga berarti cara-cara atau
metode-metode yang digunakan dalam membuat website yang baik.
Sejarah Singkat tentang Web
Di awal tahun 1980 telah dikenal sebuah teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang website. Website yang kita kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/
Di awal tahun 1980 telah dikenal sebuah teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang website. Website yang kita kenal sekarang ditemukan oleh Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee. Beliau bekerja di European Laboratory for Particle Physics (CERN). Sekitar bulan Maret 1989, “Tim” mengusulkan suatu protokol sistem distribusi di internet untuk pertukaran informasi di internet. Akhirnya situs web pertama diluncurkan pertama kali pada tanggal 6 Agustus 1991 dengan situs http://info.cern.ch/
Web Science didirikan dengan nama Web Science Research
Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of
Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Ambisinya
adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web.
Sejak pertama kali diluncurkan, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas
dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.
Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari
Web 1.0 ke Web 3.0.Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim
Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa. Perbedaan utama dari setiap
generasi adalah pada Web 1.0 masih bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke
arah read-write,sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan manusia ke
manusia, manusia ke mesin, dan mesin ke mesin.
WEB 1.0
Web 1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web
browser namun tidak terlalu interaktin dikarenakan sifat dari Web 1.0 adalah
read dan segala sesuatunya ditentukan oleh admin, maka ketika ada seseorang
yang akan menambahkan atau memberikan komentar, seseorang tersbeut harus
menghubungi langsung admin yang bersangkutan. Jadi dalam penggunaan Web 1.0
,kita hanya bisa untuk browsing sesuatu. Dan juga pada Web 1.0 yang
mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan
melihat satu persatu konten di dalamnya,membuatnya menjadi tidak praktis.
Ciri-ciri dari situs Web 1,0 ,yaitu:
- Halaman statis, perubahan ataupun isinya seluruhnya tergantung oleh pihak admin/ pemilik web tersebut.
- Penggunaan framesets.
- Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
- Online guestbook.
- GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
- Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
WEB 2.0
Istilah Semantik lebih dahulu dipakai sebelum istilah Web 2.0.
Web 2.0 dikembangkan pada tahun 2004. Perkembangan dari Web 2.0 lebih pada
penyajian konten dan tampilan di dalam suatu website, yang versi yang
sebelumnya berpusat pada sang pemilik website. Web 2.0 lebih bersifat
interaktif daripada Web 1.0 dan sifatnya yang Read Write, sehingga memudahkan
dalam menambahkan materi,berkomentar ,dan lain-lain,yang dilakukan oleh pembaca
web tersebut. Ini juga dikarenakan sifatnya untuk share,collaborate dan
exploite.
Dalam web 2.0 user interface suatu situs web yang digunakan
adalah teknologi flex (aplikasi rich internet berbasis flash dari macromedia
yang sekarang adobe), lazlo(platform aplikasi flash open source) atau
menggunakan ajax secara intensif seperti gmail atau google map maka situs itu
bisa dikatakan merupakan situs tipe web 2.0, selain itu aktivitas drag and
drop, auto complete ,chat, voice itu juga karena adanya dukungan Ajax. AJAX
adalah penggabungan dari JavaScript dan XML yang menekankan pada pengelolaan
konten. Dan gabungan aplikasi lainnya
adalah HTML dengan yang dinamis. XML digunakan untuk mendefinisikan format
data.
Ciri- ciri dari Web 2.0:
- Konten dinamis, metadata, web standar dan skalabilitas.
- Mudah untuk memasukkan data atau mengambil data dari system.
- Berbasis web murni.
- Pengguna memiliki datanya sendiri pada situs.
- Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas.
- Hubungan dengan server Client-server Peer to peer.
- Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML.
- Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif.
- Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag.
- Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi.
- Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring.
- Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna.
Sedangkan letak perbedaan antara Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
- Perilaku pengguna Membaca (Web 1.0) Menulis
- Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
- Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
- Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
WEB 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis
web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu
World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana
bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan
memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang
ini.
Web 3.0 terdiri dari:
- Web semantik
- Format mikro
- Pencarian dalam bahasa pengguna
- Penyimpanan data dalam jumlah besar
- Pembelajaran lewat mesin
- Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web
Beberapa Aplikasi pada Web Science :
- Mozilla
- Mozilla Firefox (sebelumnya bernama Firebird dan Phoenix)
- CometBird
- Epiphany, browser default GNOME saat ini
- Camino untuk Mac OS X (sebelumnya bernama Chimera)
- K-Meleon untuk Windows
- Kazehakase browser web GTK2 yang sangat ringan untuk GNU/Linux
- Beonex Communicator
- Browser Web IBM untuk OS/2
- Aphrodite
- Salamander
- Skipstone
- BackArrow (berbasis Skipstone)
Tujuan dari web science adalah untuk mengetahui bagaimana cara
mengetahui source code dari web itu sendiri dan bagaimana kita dapat
memanfaatkan web tersebut untuk melakukan hal yang positif.
paradigma web science muncul dari sebuah riset para
ilmuan-ilmuan,Web Science adalah sebuah ilmu dari desentralisasi sistem
informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada
pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi.
Berbagai riset pada Web Science [Berners-Lee,2006] banyak
menekankan pada :
- trend perkembangan Web
- tantangan dalam pengembangan Web
- mendukung untuk ubiquity, mobility, new media dan meningkatnya jumlah data yang tersedia secara online
- pentingnya hal sosial seperti menghargai hak privasi
- mengidentifikasikan varian dari penelitian Web Secara ringkas Bernes-Lee mengatakan
Arsitektur Web dan Aplikasi Utama
Arsitektur Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan
perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis,
kriteria estetis dan fungsional.
Aplikasi Utama dalam web :
- HTTP, HTML, Web Server, Brwoser, Internet Transaction Server
- User generated content, Blog, Wikis, Social Network, Folksonomies
- Semantic Web Summary : XML, RDF, DWF, Microdata
- Web Security
Sumber :
No comments:
Post a Comment