Nama : Rifkhi
Febriyanto
NPM : 56412338
Kelas : 3ia24
NPM : 56412338
Kelas : 3ia24
Jurnal 1
Judul Jurnal : Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D (Tiga Dimensi) Menggunakan OpenGL
Penulis : Deddy Suhardiman, S.T.G. Kaunang, Rizal Sengkey, Arthur M. Rumagit
Jurusan : Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNSRAT, Manado
Kata “desain” memiliki arti perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Sedangkan “pemodelan” adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Dan “grafik” adalah persentasi visual pada sebuah permukaan seperti dinding atau layar komputer.
Desain
Pemodelan Grafik merupakan ilmu yang mempelajari sebuah proses untuk membuat
dan menciptakan objek baru berupa seni terapan, arsitektur dan berbagai
pencapaian kreatif lainnya yang direkayasa oleh perangkat lunak sebagai tahapan
awal untuk pembuatan sekaligus memanipulasi objek dan citra.
Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan objek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi atau 3D modelling.
OpenGL (Open
Graphics Library) adalah standar API yang dapat digunakan untuk membuat
aplikasi berbasis grafik, baik dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D).
OpenGL ini bersifat cross-platform, artinya dapat dijalankan pada
berbagaiplatform sistem operasi yang ada saat ini.
Untuk
membuat aplikasi menggunakan OpenGL, terlebih dahulu kita membutuhkan suatu
konsepsi interfacing dalam implementasinya pada proteksi objek. Salah satu cara
yang sudah umum digunakan adalah dengan membuat window-based OpenGL.
OpenGL
mendukung lighting, shading, texture, mapping, blending, transparancy, dan
banyak kemampuan efek khusus lainnya.
OpenGL mempunyai banyak fungsi dan penggunaan perintah yang sangat luas. Penggunaan OpenGL membutuhkanlibrary tambahan yang harus di letakkan pada direktori sistem dari windows (OS).
Analisis
Disini saya akan menganalisis tentang Aplikasi pembuatan berupa simulasi pesawat terbang.
Dengan melakukan beberapa pembentukkan objek-objek seperti badan pesawat, baling-baling depan, sayap, roda pesawat, dan sayap belakang. kemudian di gabung menjadi satu bagian pesawat. Adapun pembentukan tanah rumput dan jalan.
Dalam pembuatan objek, tiap-tiap bagian pesawat dibuat terpisah lalu digabungkan menjadi satu.
Setelah telah terbentuk objek-objek, agar tampilan lebih menarik objek yang telah dibuat tadi diberi warna. Dan untuk membuat objek rumput dan jalan menggunakan objek dasar plan yag diatur skalanya lalu beri tekstur yang dipilih.
Kelebihan :
- Pemanggilan dan penggunaan titik-titik vektor akan berpengaruh terhadap bentuk objek yang dibuat.
- Gerakkan perpindahan objek yakni pesawat tidak terganggu karena adanya latar berupa rumput dan jalan, karena pada pembuatan simulasi perintah yang digunakan adalah glPushMatrix(); dan glPopMatrix(); sehingga tiap bagian tersimpan koordinat masing-masing.
Kekurangan:
- Pemakaian jenis Graphics Card yang tidak menggunakan 3D akan mempengaruhi kinerja dari simulasi yang akan mengakibatkan pergerakan objek menjadi lambat.
Jurnal 2
Judul Jurnal : Pemodelan Wajah 3D Berbasis Foto Diri Menggunakan Maya Embedded Language atau (MEL) Script.
Penulis : Yudi Prayudi dan Iwan Aprizal
Bahasa
pemrograman yang digunakan untuk membantu proses pemodelan adalah MEL Script
dalam MAYA. Proses pembuatan obyek wajah 3D menggunakan konsep dasar modelling
3D yang terdiri sebagai berikut :
Dalam jurnal ini juga memberikan pengertian serta keunggulan menggunakan bahasa pemrograman MEL Script dan aplikasinya yaitu MAYA. Metode pemodelan yang digunakan pada jurnal tersebut adalah Nurbs (Non-Uniform Rational Bezier Spline) modeling, polygon, serta subdivision.
Proses
pembuatan modeling, di dalam jurnal ini menggunakan alur flowchart seperti
gambar di bawah ini:
Adanya flowchart yang berdampingan dengan gambar prosesnya, membuat pembaca jelas dengan alur pembuatan modeling wajah 3D.
Implementasi dari jurnal ini berdasarkan proses perancangan yang telah dibuat, menghasilkan output obyek model gambar wajah 3D yang memiliki tingkat kemiripan source dengan foto diri. Jika ingin menambah proses finishing dapat menggunakan aplikasi lain selain MAYA yaitu photoshop.
Pada jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya yaitu pemodelan wajah 3D ini memiliki tingkat kesulitas cukup tinggi, tidak hanya dalam metode yang dilakukan cukup rumit, serta membutuhkan tingkat kemahiran dalam memilih foto yg seimbang antara tampak samping dan depan , dan juga dalam mengolah foto yang akan menjadi dasar pemodelan 3D. Kelebihannya yaitu, karena menggunakan bantuan foto diri paling tidak model akhir wajah 3D yang dihasilkan memiliki tingkat kemiripan tertentu. Selain itu dengan model wajah 3D tersebut maka proses-proses rekayasa obyek grafika seperti animasi, efek photo realistic dapat dengan mudah dilakukan.
Adanya flowchart yang berdampingan dengan gambar prosesnya, membuat pembaca jelas dengan alur pembuatan modeling wajah 3D.
Implementasi dari jurnal ini berdasarkan proses perancangan yang telah dibuat, menghasilkan output obyek model gambar wajah 3D yang memiliki tingkat kemiripan source dengan foto diri. Jika ingin menambah proses finishing dapat menggunakan aplikasi lain selain MAYA yaitu photoshop.
Pada jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangannya yaitu pemodelan wajah 3D ini memiliki tingkat kesulitas cukup tinggi, tidak hanya dalam metode yang dilakukan cukup rumit, serta membutuhkan tingkat kemahiran dalam memilih foto yg seimbang antara tampak samping dan depan , dan juga dalam mengolah foto yang akan menjadi dasar pemodelan 3D. Kelebihannya yaitu, karena menggunakan bantuan foto diri paling tidak model akhir wajah 3D yang dihasilkan memiliki tingkat kemiripan tertentu. Selain itu dengan model wajah 3D tersebut maka proses-proses rekayasa obyek grafika seperti animasi, efek photo realistic dapat dengan mudah dilakukan.
Berikutnya jurnal Pembuatan Aplikasi Tata Ruang Tiga Dimensi Gedung Serba Guna Menggunakan Teknologi Virtual Reality
Kelebihan:
- Menampilkan gambar 3D dalam penyampain informasi
- Menggunakan teknologi 3D yaitu virtual reality. Virtual reality merupakan ruang digital dimana data input sudah diprogram sebelumnya.
- Teknologi ini berjalan secara interaktif karena terintegrasi antar objek di dunia nyata dan dunia maya.
- Interaksi antara virtual reality dan augmented reality tidak dapat saling berbenturan atau bertabrakan. Disebabkan karena proses pembacaan objek yang dibangun menggunakan teknik augmented reality selalu diperbarui dan ditampilkan ditiap detik dalam proses perenderan, sehingga objek 3D selalu tampil di atas marker yang terdeteksi oleh kamera.
Kekurangan:
- Kurangnya memperhatikan faktor pencahayaan, karena dalam proses pembacaan marker menjadi bermasalah jika kekurangan atau kelebihan cahaya.
- Library plugin yang digunakan sebagai mediasi antara ARToolKit dengan Unity 3D merpakan versi beta, sehingga masih terdapat beberapa kekurangan jika digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang lebih kompleks.
Jurnal 3
Judul Jurnal : Rancang bangun aplikasi 3D pada pengenalan tata surya berbasis augmented reality
Penulis : Muttaqin.Z
Jurusan : Teknik Informatika , UNIVERSITAS U’BUDIYAH INDONESIA BANDA ACEH
Judul Jurnal : Rancang bangun aplikasi 3D pada pengenalan tata surya berbasis augmented reality
Penulis : Muttaqin.Z
Jurusan : Teknik Informatika , UNIVERSITAS U’BUDIYAH INDONESIA BANDA ACEH
Analisa nya
adalah bagaimana cara membuat sebuah objek 3D yang dibuat menggunakan 3ds Max
pada pemodelan Tata Surya. 3ds Max sendiri merupakan sebuah perangkat lunak
yang membuat objek 3D tampak realistis.
Seperti yang kita tahu, Augmented Reality merupakan upaya untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual yg dibuat melalui komputer sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, Augmented Reality (AR) pun dapat di implementasikan di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan yang menjadi titik utama dalam jurnal ini. AR diterapkan dalam pengajaran tentang geometri, hubungan spasial antar planet dan struktur molekul. Penulis jurnal menggunakan 3ds Max dan Openspace 3D editor sebagai media Pemodelan Grafik untuk objek Tata Surya yang akan dibuat.
Seperti yang kita tahu, Augmented Reality merupakan upaya untuk menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual yg dibuat melalui komputer sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, Augmented Reality (AR) pun dapat di implementasikan di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan yang menjadi titik utama dalam jurnal ini. AR diterapkan dalam pengajaran tentang geometri, hubungan spasial antar planet dan struktur molekul. Penulis jurnal menggunakan 3ds Max dan Openspace 3D editor sebagai media Pemodelan Grafik untuk objek Tata Surya yang akan dibuat.
Pada bagian
pembahasan, dijelaskan bahwa kita membutuhkan PC/laptop dengan webcam, penanda
(marker), perangkat lunak (software) yang mendukung pembuatan AR. Kemudian agar
model 3D dapat terlihat, penanda atau biasa yang disebut dengan marker dapat
diarahkan ke webcam. Jika berhasil, maka pola tersebut akan berubah menjadi
model 3D dari sebuah planet sesuai dengan marker yang dibuat.
Tahap awal
pada saat pemodelan, hal yang harus dibuat pertama kali adalah konsep dari
objek yang akan dibuat kemudian setelah itu dibuatlah sebuah rancangan model
dengan menggunakan aplikasi yang mendukung. Pada jurnal ini, penulis akan
membuat sebuah pemodelan bentuk dari berbagai planet yang akan ditampilkan
dengan tahap awal menggunakan bentuk sphere.
Setelah itu,
dilakukan proses rendering untuk memberikan tekstur dengan format penyimpanan
yang terdapat padabitmap terhadap objek yang telah dibuat hingga objek yang
awalnya hanya terlihat seperti bola berwarna biru terlihat menjadi seperti
sebuah planet. Kemudian dengan berhasilnya proses pemberian tekstur tersebut,
hal selanjutnya yang dilakukan adalah dengan memberikan animasi agar terlihat
lebih nyata.
Setelah berhasil, objek yang sudah dibuat tersebut di konversikan ke format *Ogre agar objek yang sudah dibuat dapat di desain menjadi bentuk yang lebih baik lagi menggunakan aplikasi Openspace 3D. Setelah melakukan beberapa langkah seperti meng-import aplikasi dari 3ds Max ke dalam Openspace 3D, mengkoneksikan aplikasi dengan webcam,mengatur visibilitas objek, dan sebagainya, hasil akhir dari pemodelan objek tersebut.
Menurut saya pribadi, dari pembahasan jurnal yang sudah saya analisa, pemodelan grafik sangat dibutuhkan dalam perancangan sebuah objek ataupun desain antarmuka pada sebuah aplikasi. Tidak hanya itu, desain pemodelan grafik juga dapat digunakan dalam pembuatan iklan baik dalam bentuk objek 2D maupun 3D.
Setelah berhasil, objek yang sudah dibuat tersebut di konversikan ke format *Ogre agar objek yang sudah dibuat dapat di desain menjadi bentuk yang lebih baik lagi menggunakan aplikasi Openspace 3D. Setelah melakukan beberapa langkah seperti meng-import aplikasi dari 3ds Max ke dalam Openspace 3D, mengkoneksikan aplikasi dengan webcam,mengatur visibilitas objek, dan sebagainya, hasil akhir dari pemodelan objek tersebut.
Menurut saya pribadi, dari pembahasan jurnal yang sudah saya analisa, pemodelan grafik sangat dibutuhkan dalam perancangan sebuah objek ataupun desain antarmuka pada sebuah aplikasi. Tidak hanya itu, desain pemodelan grafik juga dapat digunakan dalam pembuatan iklan baik dalam bentuk objek 2D maupun 3D.
Kelebihan :
- Pada aplikasi magic book ini, semua model 3D animasi yang digunakan dapat ditampilkan dengan baik, namun 7 pengguna harus menempatkan marker secara benar dan tepat dengan jarak rata-rata 30 cm di depan kamera serta terdapat cahaya yang cukup terang.
- Aplikasi
yang dibuat dengan metode pendeteksian pola (marker detection) dapat
dikembangkan menjadi sebuah
aplikasi yang nyata dan menarik AR, dan dapat diimplementasikan secara luas dalam berbagai media.
Kekurangan :
- Objek yang terkadang hilang dan muncul atau berganti dengan objek lain, dikarenakan posisi dan sudut pandang terhadap marker yang kurang sesuai dan pengaruh oleh cahaya.
- Jarak marker dengan marker yang berdekatan terkadang menimbulkan tabrakan pada objek lain jika dilakukan pembacaan secara bersamaan, maka untuk marker yang berjarak berdekatan dilakukan pembacaan secara satu persatu agar lebih jelas, degan cara menutup dengan tangan salah satu marker yang tidak dipilih dibaca.
SUMBER:
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=15705&val=1028
http://journal.uii.ac.id/index.php/media-informatika/article/view/13/12
http://180.241.122.205/docjurnal/MUTTAQIN.Z-jurnal_muttaqin.pdf
http://syafroafni.wordpress.com/2014/10/17/analisa-jurnal-desain-pemodelan-grafik-tata-surya/
http://amandatribuana.tumblr.com/post/102615229816/analisis-jurnal-desain-pemodelan-grafik
No comments:
Post a Comment