PEMUDA dan
SOSIALISASI
Pemuda dan
Identitas
Generasi muda merupakan generasi
penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional,
diharapkan mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian kahidupan
bangsa dan negara. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus
dan kesempatan yang seluas luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara
wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkota, anak jalanan dan sebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Oleh karena itu perlu adanya upaya, program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta semua pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat dan terutama generasi muda itu sendiri.
Arah kebijakan pembinaan generasi muda dalam pembangunan nasional menggariskan bahwa pembinaan perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya guna dan berhasil guna. Dalam hubungan itu perlu dimantapkan fungsi dan peranan wadah wadah kepemudaan seperti KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan organisasi fungsional pemuda lainnya.
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkota, anak jalanan dan sebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Oleh karena itu perlu adanya upaya, program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta semua pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat dan terutama generasi muda itu sendiri.
Arah kebijakan pembinaan generasi muda dalam pembangunan nasional menggariskan bahwa pembinaan perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya guna dan berhasil guna. Dalam hubungan itu perlu dimantapkan fungsi dan peranan wadah wadah kepemudaan seperti KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan organisasi fungsional pemuda lainnya.
Pola dasar pembinaan dan
pengembangan generasi muda
1. Penyelenggara
usaha kesejahteraan social
2. Penyelenggara
pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat
3. Penyelenggara
pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara
4. komprehensif,
terpadu dan terarah serta berkesinambungan
5. Penyelenggaraan
kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya
6. Penanaman
pengertian, memupuk dan meingkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi
muda
7. Penumbuhan
dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial
dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia
8. Pemupukan
kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat
rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya
dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi di lingkungannya secara
berswadaya
9. Penyelenggaraan
rujukan, pendamping dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan
social
10. Penguatan
sistim jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai
sektor lainnya
11. Penyelenggaraan
usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.
2 (dua )
pengertian pkok pembianaan dann pengembangan generasi muda :
a.
Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah mereka yang
telah dibekali ilmu dan kemampuanserta landasan untuk Dapat mandiri dalam
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan
berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
b. Generasi Muda sebagai
Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang
masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju
ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
Masalah
masalah generasi muda
Sebagaimana dikemukakan di atas,
generasi muda dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya menghadapi berbagai
permasalahan yang perlu diupayakan penanggulangannya dengan melibatkan semua
pihak.
Permasalahan umum yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut :
Permasalahan umum yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut :
1. kebutuhan akan figur
teladan
Remaja jauh lebih
mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang
tua mereka daripada hanya sekedar nasihat2 bagus yagn tinggal hanya
kata2 indah.
2. sikap apatis
Sikap apatis
meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan
tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam
ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
3. kecemasan dan
kurangnya harga diri
Kata stess atau
frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba
mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat
minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
4. ketidakmampuan untuk
terlibat
Kecenderungan untuk
mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja
sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi
dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau
malahan dengan uang.
5. perasaan tidak
berdaya
Perasaan tidak
berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup
dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat
teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan
diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”,
misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik
atau ijasah.
6. pemujaan akan
pengalaman
sebagian besar
tindakan2 negatif anak muda dengan minumam keras, obat2an dan seks
pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda
dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang pengalaman.
Potensi
Generasi Muda
1. Semangat yang membara dalam melakukan
sesuatu,
2. Kreatifitas dengan berbagai inovasi hingga memunculkan ide-ide
yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,
3. Rasa ingin tahu yang tinggi dalam
melakukan hal yang baik,
4. Kemandirian dalam menjalani hidup sehingga bisa di
tularkan dalam masyarakat dan negara
5. Membangun negara ini lebih baik dan fress dari Generasi Sebelumnya.
Tujuan Sosialisasi
1. memberikan keterampilan kepada
seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
2. mengembangkan kemampuan berkomunikasi
secara efektif
3. membantu mengendalikan fungsi-fungsi
organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4. Membiasakan diri berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
perguruan dan pendidikan
Mengembangkan
potensi generasi mda
Bukan hanya sebagai semangat baru
untuk bangasa ini ,namun genrasi muda bias saja membua sesuatu yang dapat
mengharumkann bangasa ini baik dalam akademis maun non akademis ,yang dapat
dimualai dengan mmulai mengembangkan bakat yang ada didalam diri dari mulai
sekedar hobi menjadi mata pencarian lalu
bias membanggakan negri ini
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
·
Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
·
Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
·
Pendidikan
tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Menurut jenisnya
perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :
1. Perguruan tinggi
negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh
Negara
2. Perguruan tinggi
swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh
swasta
Alasan berkesempatan mengenyam
pendidikan tinggi
Kesempatan untuk meneruskan
pendidikan di perguruan tinggi tidak lah semua orang memilikinya. Sebagian
orang yang melanjujkan mungkin ingin meneruskan apa yang sudah ada dan mencari
sebuah gelar untuk mendapatkan pekerjaan di kemudian hari namum ada sebagian
orang yang ingin meneruskan apa yg dia sudah pelajari sebelum masuk kedalam
perguruan tinggi
Sumber :
No comments:
Post a Comment