Monday, October 15, 2012

Tugas ISD2


PENDUDUK MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN 

kebudayaan dan kepribadian   
Aristoteles mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk monodualisme.
Artinya, setiap manusia memiliki dua naluri pokok yang bertentangan. Yang pertama adalah keinginan untuk berhubungan dengan Khaliknya (sebagai makhluk individu), dan yang kedua adalah keinginan untuk  berhubungan dengan individu lain dalam konteks masyarakat (sebagai makhluk sosial). Begitu juga dengan kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nyata yang selamanya merupakan dwi tunggal,yang mana tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat.Sementara itu Selo Soemardjan mendefinisikan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.


 Sedangkanmenurut Paul B. Horton, masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Horton mengemukakan bahwa masyarakat  adalah suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
kebudayaan itu adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. 

Pentingnyakebudayaan tersebut dapat disimpulkan dari pendapat dua antropolog yatu Melvile J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan pengertian Cultural Determinism yang berarti bahwa segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, kebudayaan dipandang sebagai sesuatu yang super organik, karena kebudayaan itu tetap ada secara turun temurun dari generasi ke generasi yangseterusnya tetap terus hidup walaupun anggota masyarakatnya telah bergantikarena kematian ataupun kelahiran
Dengan kata lain, pengertian kebudayaan mencangkup sesuatu yangdidapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri darisegala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, yangmencangkup segala cara-cara atau pola-pola berfikir, merasakan, dan bertindak.

Pengertian Kepribadian Menurut Beberapa Alih Sosiologia
Menurut Horton (1982)Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dantemparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akanterwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu.Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dankonsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.

Menurut Schever Dan Lamm (1998) Ia mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap,kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yangsudah menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap,maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalammenghadapai situasi yang di hadapi

Budaya INDONESIA KLASIK
Perkembangan budaya di Indonesia sejalan dengan perkembangan Iptek yang berkembang pesat saat ini. Tingkat ekonomi, pendidikan, dan sosiologi turut mempengaruhi budaya di Indonesia. Budaya Indonesia yang heterogen tentunya dapat kita bagi menjadi kelompok besar, yaitu budaya Indonesia klasik dan budaya Indonesia modern.Perkembangan budaya Indonesia yang terjadi saat ini tidak bisa terlepas dari peran kebudayaan klasik. Para ahli antropologi dan budayawan Indonesia sepakat pada kesimpulan bawah yang dinamakan kebudayaan klasik Indonesia adalah sebuah kebudayaan yang berkembang pada saat zaman kerajaan berjaya. Dari kebudayaan klasik, kita akan banyak belajar tentang kearifan lokal yang berkembang dalam suatu tempat. Belajar tentang kerarifan lokal maka kita akan mempelajari berbagai dimensi. Dimensi tersebut mencakup kesenian, filsafat, sastra dan agama. Misalnya, kita dapat mengapresiasi sastra klasik sehingga kita dapat mencermati seperti apa kehidupan masa lalu bangsa Indonesia, dimensi agama, tarian, lukisan, nyanyian, wayang, bahkan filsafat perang pun merupakan bagian dari cipta dan karsa bangsa Indonesia di masa lalu.
Kaerifan lokal yang dimiliki kebudayaan klasik memang tergolong kolot, namun terbukti mampu bertahan lama dan tidak menyebabkan kerusakan terhadap hal apapun. Sebagai contoh, lihatlah bagaimana masyarakat Baduy mampu menjaga alam sekitarnya dari kerusakan yang teramat parah.
Ya, kearifan local yang saat ini dikenal dengan budaya "pamali" terbukti ampuh menjaga kelestarian alam. Berbeda dengan saat ini. Budaya "pamali" sudah banyak yang dibeli. Larangan yang biasa terdapat dalam budaya "pamali", seperti jangan inilah dan jangan itulah, selalu mendapatkan penolakan dan mendapat anggapan ketidakpercayaan atas larangan tersebut dari masyarakatmodern

Budaya INDONESIA MODERN
Selepas budaya klasik, Indonesia bersiap memasukki perkembangan budaya Indonesia yang modern. Yang dinamakan kebudayaan modern Indonesia adalah kebudayaan yang berkembang pascakemerdekaan Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi batas yang memisahkan antara kebudayaan modern dengan kebudayaan klasik. Dalam hal ini, bangsa Indonesia telah mampu memerdekaan diri dan membebaskan diri dari tekanan kekangan bangsa asing. Dari sinilah Indonesia bisa menunjukan jati diri bangsa sebagai negara berbudaya. Sebuah bangsa yang dapat menciptakan rasa dan karsa yang sempurna. Yang jadi pertanyaan, benarkah Indonesia telah mengalami perkembangan budaya pascaproklamasi? Jawabannya bisa benar, bisa juga salah. Di satu sisi, negara kita tidak lagi berada di bawah kekuasaan negara lain, dan itu sangat membanggakan.
Namun, seiring waktu yang terus berlalu, perkembangan budaya yang terjadi di Indonesia bukannya terleihat semakin berkembang, yang terjadi justru sebaliknya. Kearifal lokal sudah sulit ditemukan, masyarakat Indonesia yang sudah merdeka telah "memerdekakan" segala sesuatu, termasuk menerapkan kebudayaan barat seutuhnya. Masyarakat Indonesia seakan tidak lagi memiliki filter budaya.

Kebudayaan ISLAM di INDONESIA
Sejarah  kebudayaan Islam masuk ke wilayah Indonesia diperkirakan sudah terjadi  sejak abad pertama tahun hijriyah atau abad ke tujuh atau delapan  masehi. Pernyataan ini didasarkan pada bukti ditemukannya batu nisan  pada makam wanita Islam pada tahun 475 H atau 1082 M.
Penemuan  batu nisan dari Fatimah Binti Maimun tersebut diyakini bahwa pada masa  tersebut sejarah kebudayaan Islam di Indonesia sudah mulai berkembang.  Keyakinan ini diperkuat dengan adanya laporan yang dibuat musafir  Maroko, Ibnu Batutah pada saat berkunjung ke Samudera Pasai saat  melakukan perjalanan menuju Cina di tahun 1345 M
Menurut  Batutah, saat berkunjung ke Indonesia pada masa tersebut, agam Islam  dengan mahzab Syafi’i sudah berkembang di Indonesia selama satu abad.  Itulah mengapa, berdasar fakta yang ditemukan dan diperkuat oleh  literatur perjalanan tersebut, bisa dipastikan bahwa Islam sudah masuk  ke Indonesia pada abad ke XIII. Dalam  perjalanannya, ada beberapa daerah yang dikunjungi oleh Ibnu Batutah di  Indoensia. Di kawasan Sumatera, Batutah berkunjung di beberapa daerah  seperti kawasan Peureulak di Aceh Timur. Kemudian berlanjut hingga  mendirikan kerajaan Islam pertama yaitu Samudera Pasai di Aceh Utara. Di  kawasan Jawa, Ibnu Batutah banyak menyusuri kawasan pesisir utara pulau  Jawa. Dari Jawa ini, perjalanannya dilanjutkan menuju Maluku yang  sebelumnya menjadi pusat kerajaan Hindu, yakni kerajaan Majapahit.

Kebudayaan HINDUdan BUDHA di INDONESIA
Berdasarkan beberapa pendapat, diperkirakan bahwa  pertama kalinya berkembang di Lembah Sungai Shindu di India. Dilembah sungai inilah para Rsi menerima wahyu dari Hyang Widhi dan diabadikan dalam bentuk Kitab Suci Weda. Dari lembah sungai sindhu, ajara  menyebar ke seluruh pelosok dunia, yaitu ke India Belakang, Asia Tengah, Tiongkok, Jepang dan akhirnya sampai ke Indonesia. Ada beberapa teori dan pendapat tentang masuknya Agama Hindu ke Indonesia.

Krom (ahli - Belanda), dengan teori Waisya.
Dalam bukunya yang berjudul "Hindu Javanesche Geschiedenis", menyebutkan bahwa masuknya pengaruh Hindu ke Indonesia adalah melalui penyusupan dengan jalan damai yang dilakukan oleh golongan pedagang (Waisya) India.

Mookerjee (ahli - India tahun 1912).
Menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu dari India ke Indonesia dibawa oleh para pedagang India dengan armada yang besar. Setelah sampai di Pulau Jawa (Indonesia) mereka mendirikan koloni dan membangun kota-kota sebagai tempat untuk memajukan usahanya. Dari tempat inilah mereka sering mengadakan hubungan dengan India. Kontak yang berlangsung sangat lama ini, maka terjadi penyebaran agama Hindu di Indonesia.

Moens dan Bosch (ahli - Belanda)
Menyatakan bahwa peranan kaum Ksatrya sangat besar pengaruhnya terhadap penyebaran agama Hindu dari India ke Indonesia. Demikian pula pengaruh kebudayaan Hindu yang dibawa oleh para para rohaniwan Hindu India ke Indonesia.
Masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi pada awal tahun Masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis atau benda-benda purbakala pada abad ke 4 Masehi denngan diketemukannya tujuh buah Yupa peningalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Masuknya agama Hindu ke Indonesia, menimbulkan pembaharuan yang besar, misalnya berakhirnya jaman prasejarah Indonesia, perubahan dari religi kuno ke dalam kehidupan beragama yang memuja Tuhan Yang Maha Esa dengan kitab Suci Veda dan juga munculnya kerajaan yang mengatur kehidupan suatu wilayah. Disamping di Kutai (Kalimantan Timur), agama Hindu juga berkembang di Jawa Barat mulai abad ke-5 dengan diketemukannya tujuh buah prasasti, yakni prasasti Ciaruteun, Kebonkopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, Tugu dan Lebak. Semua prasasti tersebut berbahasa Sansekerta dan memakai huruf Pallawa.

Kebudayaan Barat
Setiap negara atau kelompok masyarakat tertentu pasti memiliki kebudayaan. Budaya merupakan suatu kebiasaan atau cara hidup sebuah kelompok yang dimiliki bersama dan terus berkembang. Budaya selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap negara, termasuk kita Indonesia, pasti akan mempertahankan budayanya dari pengaruh budaya asing, seperti “Barat" dalam berbagai macam bentuk dan cara mempengaruhinya.
Namun seiring dengan kemajuan teknologi dan kemajuan jaman dimana masyarakat saling berinteraksi dalam berbagai macam ragam dan cara, mempertahankan budaya sendiri terasa sangat sulit akibat gancangnya serangan dan pengaruh dari budaya barat misalnya, dalam macam ragam bentuk.
Fakta menunjukkan bahwa kebudayaan barat termasuk yang paling gencar kalau tidak mau dikatakan sangat gencang, merasuki setiap individu yang masih tetap mempertahankan budaya timur, baik secara halus, terselubung maupun secara terang-terangan. Media termasuk yang ikut mempengaruhi dan memproganda bahwa seolah-olah kemajuan dan modernitas ada pada budaya barat, dan selain itu adalah ortodoks, kuno dan cap sejenisnya, termasuk kepada budaya timur. Dengan propaganda sedemikian rupa selalu diposisikan bagaimana budaya Barat selalu menjadi cermin modernitas hingga dijadikantrendsetter” oleh masyarakat Indonesia. Pengaruh kebudayaan Barat tersebut tentu menimbulkan dampak pada budaya sendiri, baik dampak positif maupun negative.
Padahal sesungguhnya tolak ukur modern, maju dan baik itu tidak selamanya seiring sejalan. Namun rupanya generasi muda di negara berkembang khususnya, telah terbius sedemikian rupa bahwa setiap yang modern itu baik, setiap yang modern itu sebagai cermin kemajuan. Padahal antara kemajuan dan modern tidak selamanya seiring sejalan, seperti halnya antara yang datang dari barat sebagai sesuatu yang modern. Memang harus secara bijak mendefinisikan kembali tata nilai seperti itu, agar tidak salah kaprah. Harus dibedakan apa definisi maju, modern dan western.
Segala sesuatu yang berasal dari barat dan dengan mengabaikan baik dan buruk, maka itulah sebenarnya yang dimaksud dengan western dan bukan modern. Jadi, tidak selamanya yang berasal dari western itu sebagai bentuk modern, demikian pula sebaliknya belum tentu yang modern itu juga sekaligus western.
Pendefinisian ulang atau redefinisi terhadap istilah dan tata nilai itu diperlukan agar tidak terlibat menjadi agen-agen peruksa budaya lokal yang sudah jelas mengandung nilai-nilai luhur

Sumber :

No comments:

Post a Comment

Read more: http://www.idsena.web.id/2011/02/tutorial-cara-membuat-widget-icon.html#ixzz1ibYwvLyd